Mesa85’s Blog

Ilmu pengetahuan pada masa muda akan membuat orang menjadi bijaksana pada hari tua

Kekeringan Merata di Pulau Sumba

Minggu, 04 April 2010 11:50 WIB Penulis : Palce Amalo

MI/Palce Amalo

KUPANG–MI: Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan Sumba Timur Ida Bagus Putu Punia menambahkan kekeringan tahun ini nyaris merata di Pulau Sumba. Sejumlah irigasi mengalami kekurangan debit air sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani. “Intervensi pangan harus segera dilakukan,” katanya.

Di tempat berbeda, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTT Emanuel Babu Eha yang berkunjung ke Sumba pekan silam, mengatakan, sebanyak tiga dari empat kabupaten di Sumba bakal dilanda gagal panen sebagai dampak dari kekeringan. Tiga kabupaten itu ialah Sumba Timur, Sumba Barat, dan Sumba Tengah. Hanya Sumba Barat Daya yang luput karena di wilayah itu terdapat banyak saluran irigasi yang bersumber dari sejumlah mata air.

Dia minta Pemerintah NTT cepat merespon ancaman krisis pangan tersebut untuk menghindari timbulnya dampak ikutan seperti gizi buruk, dan busung lapar. Biasnaya, anak-anak yang tidak mendapat asupan gizi memadai, berpeluang terkena penyakit malnutrisi.

Terkait itu, Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp1,8 miliar untuk membeli pangan terutama beras untuk dibagikan kepada warga. Sedang, pembagian beras untuk rakyat miskin (raskin) dilakukan lebih awal. Dia mengakui warganya memang mengalami krisis pangan karena gagal panen. (PO/OL-02)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com

Iklan

April 5, 2010 Posted by | Berita | , | Tinggalkan komentar

NTT Memasuki Kemarau

April  Minggu, 04 April 2010 19:49 WIB    Penulis : Palce Amalo

KUPANG–MI: Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diramalkan memasuki awal
kemarau mulai April 2010.

Kemarau ditandai dengan bencana kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Pulau Sumba dan sebagian wilayah Pulau Timor. Saat ini juga mulai berhembus angin tenggara yang menandakan musim kemarau telah tiba.

“Memang kemarau tidak terlalu menakutkan, hanya butuh manajeman air secara cerdas agar tidak timbul krisis air,” tutur Kepala Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana, Kupang, Purwanto kepada Media Indonesia di Kupang, Minggu (4/4) petang.

Dia menjelaskan, dari 21 kabupaten/kota di NTT hanya tiga kabupaten di Sumba yang dilanda kemarau lebih awal yakni pada Maret 2010. Tiga kabupaten itu adalah Sumba Timur, Sumba Barat, dan Sumba Tengah. Curah hujan di daerah itu berada di bawah 50 milimeter (mm) selama Maret 2010. Kondisi itu baru terjadi di Sumba karena pada tahun sebelumnya, curah hujan di Sumba tercatat di atas 50 mm.

Memasuki April, hujan tidak turun lagi di Sumba. Kondisi tersebut, kata dia, sangat berbeda dengan kabupaten di wilayah Flores dan sebagian Timor yang masih turun hujan secara berkala. “Kita pastikan satu penyebab minimnya curah hujan di Sumba ialah karena daerah itu hanya memiliki sedikit hutan,” katanya.

Akhir Maret 2010, NTT sempat terkena dampak Badai Paul yang muncul di utara Australia. Badai menimbulkan hujan lebat tetapi berlangsung singkat di Kupang dan sekitarnya, namun tidak turun hujan di Sumba. Dampaknya, tanaman pertanian yang mulai krisis air sejak awal Maret, meranggas. “Sumba Timur itu agaknya unik,” cetusnya.

Badai tersebut, menurut Purwanto, merupakan peralihan dari musim hujan ke kemarau. Namun, ia meramalkan, hujan masih turun secara berkala di Pulau Timor, Alor, Lembata, Flores, Sabu dan Rote. Terkait itu, Dia berharap pemerintah dan masyarakat tidak melakukan pemborosan air. “Perlu hemat air terutama air minum,” jelasnya. (PO/OL-7)

sumber: http://www.mediaindonesia.com

April 5, 2010 Posted by | Berita | , | Tinggalkan komentar